• +0511-4721044
  • +6282352381058
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Mon - Fri 08.00 - 17.00

Hari Jadi ke-69 Kabupaten Banjar, Begini Capaian Pembangunan H Khalilurrahman-Saidi Mansur (22 Agustus 2019)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Martapura - Tahun ini (2019) kepemimpinan Bupati Banjar H Khalilurrahman dan Wabup H Saidi Mansur menapaki tahun keempat. Banyak perubahan signifikan di Kabupaten Banjar sejak keduanya menakhodai Bumi Barakat sejak 17 Februari 2016 lalu.

Beragam program pembangunan telah dilaksanakan. Namun masih banyak pula pekerjaan yang akan terus dilaksanakan untuk membangun Kabupaten Banjar yang Sejahtera dan Barokah.

Sesuai tema hari jadi ke-69 Kabupaten Banjar, Bekerja Bersama dan Berinovasi dengan Tidak Meninggalkan Karakteristik Daerah dan Kearifan Lokal sebagai Kota Santri dan Serambi Makkah, Pemkab Banjar terus berlari melakukan akselerasi pembangunan yang berfokus pada lima pilar utama.

Kelima pilar itu yakni religi, SDM (sumber daya manusia), ekonomi, infrastruktur, dan tata kelola pemerintahan. Pada usia ke-69 tahun ini, Kabupaten Banjar telah merencanakan pembangunan berkelanjutan pada semua sektor dengan ouputpenguatan pelayanan publik dibarengi penerapan information technologi (IT).

Pada bidang kesehatan misalnya, tiga pekan lalu telah di-launching layanan berbasis IT di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Martapura 1 yang dinamai si Palui (Sistem Informasi Puskesmas, Akurat, Langsung, Universal, dan Integrasi).

Melalui layanan ini, masyarakat/pasien tak perlu repot-repot lagi datang ke puskesmas untuk sekadar mendaftarkan berobat. Mengapa? Karena pendaftaran cukup dilakukan di rumah melalui smartphone.

Jadi, pasien tak akan mengalami antrean yang panjang. Bahkan sangat dimungkinkan sama sekali tak terjadi antrean karena pasien bisa mengatur waktu secara mandiri jam berapa akan berangkat ke puskesmas sesuai nomor antrean yang didapat.

Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pun juga terus dibina dan ditopang melalui peningkatan SDM, pendampingan dan bantuan permodalan. Termasuk penyediaan fasilitas penunjang seperti pengemasan yang di-back up operator terampil di Rumah Kemasan Banjar (RKB) di Bincau.

Di tempat itu tersedia berbagai jenis alat kemas produk industri kecil dan menengah (IKM). Semuanya bisa digunakan secara cuma-cuma (gratis) dan bahkan operator setempat tiap saat siap membantu merancang desain logo kemasan hingga pencetakannya.

Keberadaan fasilitas tersebut secara nyata mampu menggairahkan para pelaku IKM mengembangkan usahanya. Cukup banyak yang telah meningkatkan kualitas produknya melalui pengemasan di RKB tersebut sehingga omset penjualan pun makin meningkat pula.

Sejak mulai beroperasional dua tahun lalu, sedikitnya puluhan IKM yang aktif berinteraksi di RKB. Pada tahun 2018 tercatat 50 IKM yang telah berkonsultasi dan membikin kemasan dan hingga pertengahan tahun ini telah tecatat 24 IKM.


Sebagai kota religius sekaligus penyandang brandwisata ternama Kalimantan Selatan, Pemkab Banjar sangat memahami pentingnya penyediaan tempat kuliner yang memadai.

Pada 2 Mei 2019 lalu Bupati H Khalilurrahman telah meresmikan Pasar Kuliner Barokah yang merupakan tempat wisata kuliner percontohan di Kota Martapura.

Pengunjung pasar maupun wisatawan yang datang di Martapura bisa menyantap aneka jenis menu masakan khas Banjar di situ dalam suasana yang nyaman dan tempat yang lapang.

Sebagai wisata kuliner percontohan, pengunjung secara mudah bisa melihat daftar menu dilengkapi rincian harga yang terjangkau.

Pasar Kuliner Barokah sekaligus menjadi bagian dari upaya Pemkab Banjar menata pasar dan pedagang kaki lima.

Mereka yang terpilih menempatinya bahkan sama sekali tak dipungut uang sewa atau digratiskan. Tahun ini, pembangunan tahap dua juga sedang dikerjakan dengan kapasitas tampung yang berlipat ganda.

Blank Spot Area (BTA) yang selama ini menyelubungi sejumlah desa pelosok di Kabupaten Banjar, juga telah teratasi.

Pada pengujung 2018 lalu telah berhasil dibangun empat unit Based Transciever Station (BTS) yakni di Desa Kiram di Kecamatan Karang Intan. Lalu di Desa Paramasan Atas dan Paramasan Bawah (Kecamatan Paramasan) serta di Rantau Balai Kecamatan Aranio.

Peresmian pengoperasian BTS pelosok tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor paa 7 April 2019 lalu.

Kini warga setempat telah menikmati komunikasi nirkabel meski masih berupa layanan telepon dan SMS (short message service).

Secara bertahap fitur layanan lainnya juga akan diberikan seperti internetan seiring penguatan signal. Secara nyata, terbukanya akses komunikasi nirkabel tersebut mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran pelayanan pemerintahan

Pemkab Banjar saat ini juga kembali mengusulkan ke Kementerian Kominfo melalui BAKTI (Badan Aksesibilitas Komunikasi, Telekomunikasi, dan Informasi) untuk mengakhiri BTA di wilayah pelosok lainnya.

Ada enam tempat/desa pelosok yang dijamah yakni Dusun Munggulahung (Desa Paramasan Bawah, Kecamatan Paramasan). Desa Lok Tanah di Kecamatan Telaga Bauntung, Bunglai dan Tiwigan Baru di Kecamatan Aranio. Lalu, di Desa Belimbing Lama dan Hakim Makmur di Kecamatan Sungai Pinang.

Warga Kabupaten Banjar saat ini juga patut berbangga. Ini menyusul masuknya daerah ini dalam Gerakan Menuju 100 Smart City di Indonesia. Secara nasional dari sekian banyak daerah, Kementerian Kominfo menetapkan 25 daerah dalam program menuju 100 Smart City dan Banjar adalah salah satunya.

Tak sembarangan daerah bisa terpilih pada program tersebut. Ada kriteria khusus di antara kesiapan sumber daya manusia dan infrastruktur yang memadai.

"Ini tantangan bagi kita semua. Kita juga akan mendapat pendampingan dari pemerintah pusat untuk pembikinan master plan-nya," sebut Bupati Banjar H Khalilurrahman, kemarin.

Bimtek Tahap I Menuju 100 Smart City telah digelar 9 Juli lalu di Pendopo Mahligai Sultan Adam, Martapura.

Dua orang narasumbernya dari Jakarta yakni Nicodemus Simo (dosen Perbanas Jakarta) dan Nova Zanda (analis Sistem Informasi Kementerian Kominfo RI). Bimtek lanjutan juga telah dilaksanakan pada 6 Agustus lalu.

Orang nomor satu di Bumi Barakat yang akrab disapa Guru Khalil ini meminta dukungan semua elemen pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk berkomitmen menyukseskan gerakan tersebut.
Bakal banyak program pembangunan yang bakal ditopang oleh program smart city, termasuk program unggulan pemerintahannya yakni penghapusan jamban apung.

Smart city bukan sekadar bicara penguatan fasilitas teknologi komunikasi semata. Lebih dari itu untuk memperluas dan meningkatkan pelayanan publik.

"Bagaimana agar proses pelayanan perizinan menjadi lebih transparan dan cepat, alur birokrasi bisa dipangkas dan kemudahan pelayanan publik lainnya. Inilah inti dari program smart city," tegas Kepala Bappelitbang Banjar Dr Galuh Tantri Narindra ST MT.

Pada bidang infrastruktur, Pemkab Banjar juga terus berupaya melakukan pembenahan dan percepatan pembangunan fisik dalam upaya meningkatken palayanan publik. Di antaranya tahun ini merintis pembangunan badan jalan tembus ke Bandara Syamsuddin Noor (Banjarbaru). Letaknya di kawasan Cindai Alus, Martapura, tembus ke Jalan Kasturi di Banjarbaru.

Jalan tembus itu secara nyata akan mempersingkat waktu karena jarak tempuhnya menjadi lebih pendek dibanding melintasi jalur umum yang ada selama ini. Dari Kota Martapura ke simpang empat Banjarbaru sejauh empat kilometer dan selanjutnya ke bandara sejauh 15 kilometer. Sedangkan jika melalui jalan tembus tersebut rentang jarak terpangkas setidaknya setengahnya.

Kegiatan fisik lainnya beberapa di antaranya kini telah, sedang, dan akan dikerjakan yaitu pembangunan Kolam Air Mancur Menari di kawasan pertokoan permata Cahaya Bumi Selamat (CBS). Lalu,

pembangunan jembatan KH Anang Syarani-KH Salim Maruf yang menghubungkan dua desa yakni Desa Pakauman dan Desa Melayu.

Pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) juga terus diperluas, seperti pembangunan Puskesmas Martapura II di Kelurahan Keraton di Kecamatan Martapura, pembangunan Puskesmas Sungai Tabuk di Kecamatan Sungai Tabuk, dan pembangunan Puskesmas Aluh-aluh di Kecamatan Aluh-aluh.

Bahkan hingga saat ini dari 24 puskesmas yang ada di Kabupaten Banjar, empat puskesmas di antaranya telah memberikan layanan rawat inap. Semua ini tentu mampu memberikan pelayanan yang kian memadai kepada masyarakat.

Sektor kepariwisataan juga terus dibenahi dan diperluas, antara lain melalui pembangunan destinasi wisata baru. Contohnya membangun fasilitas pariwisata di Danau Tamiyang di Desa Mandikapau, Kecamatan Karang Intan. Kunjungan wisatawan pun terus meningkat dari waktu ke waktu.

Guna meningkatkan layanan kesehatan yang wilayahnya sulit ditempuh kendaraan roda empat (mobil), tahun ini dilaksanakan pengadaan puskesmas keliling perairan di Kecamatan Aranio. Lalu, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, program lanjutan penataan pasar kuliner yang ada di pertokoan permata Cahaya Bumi Selamat juga masih dilaksanakan tahun ini.

Selain itu untuk mempercantik Kota Martapura akan dilaksanakan penataan pedistrian di depan Masjid Agung Al Karamah Martapura dan penataan kawasan kumuh di Murung Kenanga. Tahap awal ini realisasinya berupa pembangunan siring.

Lalu, program yang banyak mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak yaitu penghapusan jamban apung. Atas upaya dan terobosan menghapuskan jamban apung, Kabupaten Banjar menuai banyak pujian dan penghargaan.

Bupati Banjar diundang oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang bekerjasama dengan lembaga pelayanan publik di Singapura, untuk berdiskusi seputar inovasi pelayanan publik.

Hanya 20 pimpinan kabupaten dan kota se-Indonesia yang diundang pada acara bulan Juli 2018 tersebut. Para pemimpin daerah yang diundang dianggap memiliki prestasi dalam upaya menyelenggarakan perubahan atau inovasi peningkatan pelayanan kepada publik.


Seperti di antaranya program pengurangan jamban terapung yang selama dua tahun dan masih berjalan sampai sekarang. Konsistensi Pemkab Banjar dalam melaksanakan program ini menuai penghargaan di gelaran Anugerah Sindo Weekly Government Award.

Perkuat Citra Serambi Makkah

Pemerintah Bupati Banjar H Khalilurrahman juga terus berusaha mengembalikan citra Martapura sebagai kota Serambi Makkah.

Upaya yang telah dilakukan di antaranya meningkatkan kesejahteraan guru-guru mengaji. Menyelenggarakan pameran dalam rangka memeriahkan Hari Santri.

Lalu, memfasilitasi peringatan haul Guru Sekumpul yang dihadiri jutaan umat dari penjuru Kalimantan dan luar Kalimantan hingga mancanegara.

Mengisi perayaan tahun baru dengan dilaksanakannya kegiatan Banjar Berselawat, memfasilitasi kegiatan Baznas.

Selain itu juga kerap menggelar festival-festival budaya bernuansa religi sesuai karakteristik Kabupaten Banjar.

Di antaranya berupa pelaksanaan festival bedug, festival sinoman hadrah, festival maulid habsy, festival rebana, dan festival rudad.

Kemiskinan Terendah di Kalsel

Secara makro, indikator perekonomian Kabupaten Banjar terus mengalami perbaikan. Kurun waktu 2014-2018 laju pertumbuhan ekonomi daerah ini mengalami fluktuasi. Terjadi peningkatan pada awal periode di atas lima persen, namun mengalami penurunan pada tahun berikutnya hingga menjelang akhir periode selalu di bawah lima persen.

Pada tahun 2018 perekonomian Kabupaten Banjar perlahan mulai bangkit sehingga dapat menorehkan pertumbuhan sebesar 5,28 persen. Tahun 2018 persentase penduduk miskin Kabupaten Banjar berada pada angka 2,70 persen. Angka persentase penduduk miskin ini merupakan angka yang paling rendah di Provinsi Kalimantan Selatan.

Begitu halnya dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang secara umum terus mengalami peningkatan selama lima tahun terakhir sejak tahun 2013. Pada tahun 2017 angka IPM sebesar 67,77 dan pada tahun 2018 mengalami peningkatan yang cukup menggembirakan menjadi 68,32.

Itu artinya terjadi peningkatan sebesar 0,81 point. Di Kalimantan Selatan pada rentang waktu yang saya hanya ada dua kabupaten lainnya yang nilainya sama dengan Banjar yakni Kabupaten Kotabaru dan Hulu Sungai Tengah (HST).

Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat Kabupaten Banjar tahun 2018 juga naik pada posisi ketujuh dari sebelumnya hanya pada posisi 13 pada tahun 2017. Ini semua adalah fakta yang menunjukkan capaian prestasi pembangunan yang membanggakan.

Penghargaan Tahun 2019

- Dedikasi dan Kepedulian Melestarikan Sungai dari LKBN Antara Kalsel kepada Bupati Banjar H Khalilurrahman pada 9 Januari 2019
- Adipura tahun 2018 ketujuh dari Kementerian Lingkungan Hidup diterima Senin 14 Januari 2019 di Jakarta
- Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah (SAKIP) 2018 dengan predikat B dari Menteri PAN dan RB pada 6 Februari 2019 di Banjarmasin
- Kontribusi Foto Media Center Teraktif 3 dari Kementerian Kominfo pada 13 Februari 2019 di Jakarta
- Top BUMD 2019 oleh PDAM Intan Banjar dan Top BUMD 2019 Terbaik se-Indonesia (Top CEO BUMD 2019, Top BUMD Sektor serta Top BUMD Best All Criteria) pada 29 April 2019 di Jakarta
- Pastika Parama atas penerapan Perda 15/2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok dari Menteri Kesehatan RI pada 11 Juli 2019 di Jakarta
- Kota Layak Anak Tingkat Pratama Tahun 2019, Sekolah Ramah Anak tingkat madrasah aliyah, dan Pelopor Ruang Bermain Ramah Anak dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada 23 Juli 2019 di Makassar
- Mempertahankan penghargaan Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) lima tahun berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

SORGA - Fasilitas olahraga terus diperluas hingga ke perdesaan. Wakil Bupati Banjar H Saidi mansur meresmikan Sarana Olahraga (Sorga) di Desa Cabi, Kecamatan Simpang Empat, beberapa waktu lalu. (Banjarmasinpost.co.id)