Selamat Datang di website Pengadilan Negeri Batulicin. Website ini dilengkapi akses difable. Silahkan anda block tulisan dan klik aykon speaker untuk mendengarkan   Click to listen highlighted text! Selamat Datang di website Pengadilan Negeri Batulicin. Website ini dilengkapi akses difable. Silahkan anda block tulisan dan klik aykon speaker untuk mendengarkan Powered By GSpeech
  • +0511-4721044
  • +6281211444471
  • Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
  • Mon - Fri 08.00 - 16.30

Kejari Kabupaten Banjar Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan (30 Juli 2020)

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Martapura – (30/7/2020) H-1 Hari Raya Idul Adha, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Banjar melakukan pemusnahan barang bukti (Barbuk), dari perkara pidana yang sudah inkrah, di halaman Kejari Kabupaten Banjar .  Acara ini dihadiri oleh Kejari Kabupaten Banjar (Bapak Muji Martopo), Kapolres Banjar (Bapak AKBP Andri Koko Prabowo), KPN Martapura (Makmurin Kusumastuti, S.H., M.H.), serta Petugas dari BPOM . 

Kepala Kejari Kabupaten Banjar, Bapak Muji Martopo menerangkan pemusnahan ini dalam kurun triwulan I, yakni dari Desember 2019 hingga Maret 2020. Jumlah barbuk, Kajari menjelaskan, narkotika berupa sabu seberat 82,5 gram dari hasil 73 putusan. Adapun psikotropika berupa obat-obatan terlarang sebanyak 1228 dengan berbagai merk, dari 16 putusan.Selain itu, total 22 senjata tajam urut dimusnahkan dari 19 putusan. Termasuk Barbuk berupa pakaian atau benda lainnya juga dimusnahkan. Pemusnahan sabu dilakukan dengan diblender, sementara obat-obatan dan pakaian dibakar. Adapun senjata tajam digregaji dengan gerinda.

“Jadi barang bukti yang kita musnahkan itu sudah berkekuatan hukum tetap (inkrah), yang antara lain amarnya menyatakan dirampas untuk dimusnahkan,” ujar Kajari Kabupaten Banjar.Kajari Muji Martopo mengatakan, pemusnahan di triwukan 1 ini jika dibandingkan dengan triwulan 1 tahun lalu, jumlah barbuknya meningkat.“Kalau kita lihat jumlahnya ini memang kecil karena sudah difilter. Kalau jumlahnya banyak kita sudah keluarkan penetapan bahwa barbuk itu disisihka sebagian besar, untuk dimusnahkan lebih dahulu, untuk keamanan dari penyalahgunaan,” pungkas Kajari Banjar. (Humas - PN Mtp)


Click to listen highlighted text! Powered By GSpeech